Sistem presidensial (presidensial), atau disebut juga dengan sistem kongresional,
merupakan sistem
pemerintahan negara
republik di mana kekuasan eksekutif dipilih melalui pemilu dan terpisah dengan kekuasan legislatif.
Sabtu, 13 April 2013
Kelebihan dan kelemahan sistem parlementer
Sistem
presidensial
Kamis, 17 Januari 2013
CARA BUAT PCB
Pengenalan Design PCB
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya Anda sering berhubungan dengan peralatan elektronika seperti Televisi, Komputer dan yang tak asing lagi yaitu Radio. Didalam peralatan tersebut terdapat banyak komponen-komponen elektronika seperti resistor, transistor, capasitor dan lain sebagainya. Coba saja Anda bayangkan bagaimana menyusun komponen elektronika yang mungkin jumlahnya ratusan itu bila tidak ada papan rangkaian elektronika yang disebut PCB ( Printing Circuit Board ).
Dengan adanya PCB maka komponen-komponen elektronika itu menjadi terlihat rapi tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut suatu saat nanti mangalami gangguan.
Berbicara mengenai PCB, saya jadi teringat ketika dulu saya duduk dibangku SMP pada sekitar tahun 80 an. Ketika itu guru elektronika saya menugaskan kepada saya untuk merangkai sebuah flip-flop dari beberapa LED agar terlihat rapi dan bagus. Pada waktu itu kami belum diajarkan bagaimana mendesign sebuah PCB untuk rangkaian elektronika, kami hanya dibekali bagaimana merangkai komponen tersebut dengan sekeping TRIPLEKS yang dilubangi dengan jarum dan rangkaian FLIP-FLOP itu digambarkan diatasnya.
OK kembali ke pokok bahasan kita, PCB terbuat dari lempeng fiber yang dilapisi oleh tembaga. Ketika kita pertama kali membeli sebuah papan PCB kosong, papan itu belum terlihat jalur jalur hanya ada lapisan fiber dan lapisan tembaga dipermukaannya.
Ada beberapa type PCB kosong yang ada dipasaran yaitu SINGLE SIDE, DOUBLE SIDE dan MULTI LAYER. Single Side artinya papan PCB tersebut hanya mempunyai satu sisi yang dilapisi oleh lempeng tembaga. Double Side artinya papan PCB tersebut mempunyai dua sisi yang dilapisi oleh lempeng tembaga dan lapisan fibernya ada diantara dua lapisan tembaga tersebut. Sedangkan untuk type Multi Layer biasanya hanya dibuat oleh pabrik pembuat peralatan tersebut. Type multi layer ini terdiri dari beberapa lapis tembaga dan fiber yang disusun secara berselingan. Untuk jelasnya lihat gambar dibawah ini.
PCB type sigle side
PCB type Doubleside
PCB type Multilayer
Warna orange pada gambar diatas adalah sisi dari lempeng tembaga, sedangkan yang berwarna coklat adalah lapisan fiber. Lapisan tembaga inilah yang nantinya menjadi konduktor dari komponen yang satu ke komponen lainnya, sedangkan lapisan fiber sebagai isolator, karena tidak dapat menghantarkan listrik.
Koneksi antar komponen melalui jalur tembaga pada PCB
Untuk membuat jalur-jalur pada PCB diperlukan suatu teknik kimia dengan bantuan cairan FeCl3 ( Ferri Cloride ) proses ini sebenarnya mirip dengan pengkikisan batu tebing dipinggir laut yang habis dikikis oleh gelombang air laut yang sedikit-demi sedikit mengkikisnya. Dalam dunia ELEKTRONIKA proses ini dinamakan ETCHING.
Banyak cara untuk melakukan proses ETCHING ini, salah satunya seperti yang dituturkan diatas. Tapi untuk Industri yang berskala besar, proses seperti diatas bukanlah sebuah pilihan yang baik, karena disamping memakan waktu yang cukup lama hasilnya pun tidak memadai, untuk itu biasanya perusahaan yang berskala besar menggunakan proses ELEKTROLISIS untuk menghasilkan sebuah PCB yang bagus dan dapat diproses dengan cepat serta hasilnya memadai, tapi yah proses itu tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk Home Industri justru sebaliknya proses ETCHING seperti yang dituturkan diatas lah yang paling murah dan mudah.
Untuk tip berikut saya hanya akan membahas proses ETCHING dengan cara seperti diatas yaitu menggunakan larutan FeCl3 sebagai katalisnya. Tidak perlu panjang lebar lagi sekarang mari kita mulai proyek pembuatan PCB pertama kita dengan cara yang seperti diuraikan diatas dengan langkah dibawah ini.
Perlengkapan yang diperlukan untuk proyek latihan kita sebagai berikut :
1. PCB Kosong berukuran 25 X 25 cm jenis single side.
2. Spidol anti air ( Permanent Ink ) merk apa saja contoh ARTLINE, SNOWMAN, ARROW, BOXI dll.
3. 150 gr bubuk FeCl3 ( ferri clorida ) dapat dibeli ditoko kimia.
4. 500 ml air bersih, kalau bisa usahakan pakai air panas.
5. Sebuah Baki dari plastik ukuran bebas yang penting PCB diatas nantinya bisa terendam.
6. Thinner untuk menghilangkan sisa SPIDOL
7. Sebuah penjepit dari bambu untuk menjepit PCB yang akan di proses
Sebagai sarana latihan kita coba perhatikan rangkaian elektronika dibawah ini.
Rangkain Power suplai yang akan dibuatkan PCB nya
Setelah Anda perhatikan dengan baik skema diatas mari kita mulai latihan kita. Yang pertama sekali Anda perhatikan adalah bahwa komponen elektronika nantinya berada pada lapisan fiber sedangkan kaki-kaki komponen elektronika tersebut berada pada lapisan tembaga, dimana nantinya kaki komponen tersebut akan disolder denga timah. ( lihat kembali gambar diatas kalau belum paham ). Maka dari itu posisi dari arah komponen terutama yang mempunya tiga kaki atau lebih seperti transistor, IC dan Resistor jenis trimer ( TRIMPOT ) digambarkan dalam posisi cermin, lihat gambar dibawah ini untuk lebih jelasnya
Posisi layout PCB untuk komponen yang
mempunyai 3 kaki atau lebih adalah posisi cermin
Baiklah kalau Anda sudah mengerti, sekarang kita kembali ke proyek kita. Lihat lagi gambar diatas, Pada rangkaian itu ada beberapa komponen elektronika yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Tindakan pertama kita yaitu menyiapkan PCB kosong dan Spidol tahan air, kita akan melukiskan jalur-jalur dari rangkaian dengan spidol pada lapisan tembaga dari PCB. Nantinya pada hasil akhir jalur yang kita gambarkan dengan spidol itulah yang menjadi jalur koneksi antar komponen. Perhatikan lagi gambar berikut.
Pelukisan dasar jalur PCB dari rangkaian catudaya
Nah gambar diatas adalah layout dasar dari rangkaian elektronika yang akan dibuat PCB nya. Titik titik putih nantinya akan kita lubangi dengan BOR listrik atau BOR tangan dengan mata bor berdiameter 0,5 mm. Tapi juga perlu Anda ketahui bahwa Semakin banyak atau lebar lapisan tembaga yang terbuang, maka semakin banyak pula cairan FeCl3 ( Ferri Clorida ) yang dibutuhkan. Jadi agar pemakaian dari FeCl3 dapat dikurangi dan juga agar jalur yang kita buat nanti tidak mudah terkelupas, maka kita usahakan memblok jalur yang mempunyai koneksi yang sama. Memang kelihatannya tidak bagus, tapi ini lebih baik sebab jalur yang kita buat nanti akan terlihat kokoh dan tidak mudah terkelupas. Sehingga Rancangan PCB kita menjadi seperti berikut ini. Pemblokan ini terserah dari selera Anda, Anda bisa saja membuat yang lebih cantik dan indah dipandang asal jalur yang tidak berhubungan jangan ikut di Blok dan juga perhatikan jangan sampai terlalu rapat dengan jalur yang lain.
Pemblokan jalur PCB untuk mengurangi pemakaian FeCl3
Langkah selanjutnya setelah kita melukiskan PCB kosong dengan spidol seperti yang diterangkan diatas adalah menyiapkan BAKI atau WADAH dari Plastik. Ingat wadah harus dari plastik atau bahan yang bukan terbuat dari logam, karena bila wadahnya terbuat dari logam nanti akan ikut TERKOROSI oleh cairan FeCl3.
Setelah wadah disiapkan, masukan 150 gr bubuk FeCl3 pada wadah lalu masukan sedikit demi sedikt air panas ( 70o C ) kedalam wadah berisi bubuk FeCl3 tersebut dan aduk perlahan lahan agar semua bubuk Ferri Cloride tersebut terlarut dalam air.
Masukan PCB rancangan tadi ke dalam wadah yang berisi larutan FeCl3, gunakan penjepit dari bambu untuk memegang PCB. Kibas-kibaskan PCB didalam larutan tadi sampai lapisan tembaga pada PCB yang tidak tertutup oleh SPIDOL ikut terlarut dalam cairan tersebut.
Setelah semua lapisan tembaga yang tidak tertutup oleh Spidol menghilang, angkat PCB tersebut dan bilaslah dengan air bersih sampai sisa larutan FeCl3 tidak ada lagi, setelah itu keringkan. Setelah kering gunakan Thinner untuk menghilangkan lapisan SPIDOL yang masih melekat pada PCB, sehingga hasilnya nampak seperti ini.
Hasil akhir dari proses pembuatan PCB
Sampai disini saya rasa Anda sudah cukup mengerti tentang design dari sebuah PCB. Ada satu langkah lagi agar PCB yang kita buat dapat awet dan tidak mudah teroksidasi oleh udara, maka setelah dilakukan ETCHING maka lapisan tembaga tersebut kita lapisi dengan LAK atau Email atau anda juga dapat menggunakan vernish untuk menutupi lapisan tembaga pada PCB agar tahan lama dan tidak mudah Teroksidasi oleh udara.
Sebagai sarana lanjutan dari design PCB, cobalah Anda ikuti tutorial pembuatan SPEAKER AKTIF yang ada pada Halaman WORLD OF ELECTRONICS, disana Anda juga diharuskan membuat sebuah PCB untuk proyek elektronika yang diutarakan. Design PCB nya seperti berikut ini.
Satu hal lagi, bila Anda ingin menjadi seorang profesional dalam mendesign PCB ini. Anda dapat menggunakan software khusus untuk mendesign PCB yaitu : PCB123 , dapat Anda download secara gratis tetapi file nya besar sekali 763 MB bila mendownloadnya bisa memakan waktu lebih kurang 5 jam dengan transfer rate rata-rata 25 KB per detik, atau bila Anda merasa enggan untuk mendownload software yang gratisan, Anda dapat menggunakan WINQCAD, software ini banyak tersedia di toko-toko CD bajakan hahahaha . Untuk link download PCB123 saya lupa silahkan Anda cari sendiri dengan bantuan search engine seperti Google.
Sampai disini saja dahulu penjelasan mengenai design PCB ini, Insya Allah nanti saya akan merilis tutorial mengenai software design PCB untuk profesional.
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya Anda sering berhubungan dengan peralatan elektronika seperti Televisi, Komputer dan yang tak asing lagi yaitu Radio. Didalam peralatan tersebut terdapat banyak komponen-komponen elektronika seperti resistor, transistor, capasitor dan lain sebagainya. Coba saja Anda bayangkan bagaimana menyusun komponen elektronika yang mungkin jumlahnya ratusan itu bila tidak ada papan rangkaian elektronika yang disebut PCB ( Printing Circuit Board ).
Dengan adanya PCB maka komponen-komponen elektronika itu menjadi terlihat rapi tidak semrawut dan mudah untuk melacak kesalahan atau kerusakan bila peralatan tersebut suatu saat nanti mangalami gangguan.
Berbicara mengenai PCB, saya jadi teringat ketika dulu saya duduk dibangku SMP pada sekitar tahun 80 an. Ketika itu guru elektronika saya menugaskan kepada saya untuk merangkai sebuah flip-flop dari beberapa LED agar terlihat rapi dan bagus. Pada waktu itu kami belum diajarkan bagaimana mendesign sebuah PCB untuk rangkaian elektronika, kami hanya dibekali bagaimana merangkai komponen tersebut dengan sekeping TRIPLEKS yang dilubangi dengan jarum dan rangkaian FLIP-FLOP itu digambarkan diatasnya.
OK kembali ke pokok bahasan kita, PCB terbuat dari lempeng fiber yang dilapisi oleh tembaga. Ketika kita pertama kali membeli sebuah papan PCB kosong, papan itu belum terlihat jalur jalur hanya ada lapisan fiber dan lapisan tembaga dipermukaannya.
Ada beberapa type PCB kosong yang ada dipasaran yaitu SINGLE SIDE, DOUBLE SIDE dan MULTI LAYER. Single Side artinya papan PCB tersebut hanya mempunyai satu sisi yang dilapisi oleh lempeng tembaga. Double Side artinya papan PCB tersebut mempunyai dua sisi yang dilapisi oleh lempeng tembaga dan lapisan fibernya ada diantara dua lapisan tembaga tersebut. Sedangkan untuk type Multi Layer biasanya hanya dibuat oleh pabrik pembuat peralatan tersebut. Type multi layer ini terdiri dari beberapa lapis tembaga dan fiber yang disusun secara berselingan. Untuk jelasnya lihat gambar dibawah ini.
PCB type sigle side
PCB type Doubleside
PCB type Multilayer
Warna orange pada gambar diatas adalah sisi dari lempeng tembaga, sedangkan yang berwarna coklat adalah lapisan fiber. Lapisan tembaga inilah yang nantinya menjadi konduktor dari komponen yang satu ke komponen lainnya, sedangkan lapisan fiber sebagai isolator, karena tidak dapat menghantarkan listrik.
Koneksi antar komponen melalui jalur tembaga pada PCB
Untuk membuat jalur-jalur pada PCB diperlukan suatu teknik kimia dengan bantuan cairan FeCl3 ( Ferri Cloride ) proses ini sebenarnya mirip dengan pengkikisan batu tebing dipinggir laut yang habis dikikis oleh gelombang air laut yang sedikit-demi sedikit mengkikisnya. Dalam dunia ELEKTRONIKA proses ini dinamakan ETCHING.
Banyak cara untuk melakukan proses ETCHING ini, salah satunya seperti yang dituturkan diatas. Tapi untuk Industri yang berskala besar, proses seperti diatas bukanlah sebuah pilihan yang baik, karena disamping memakan waktu yang cukup lama hasilnya pun tidak memadai, untuk itu biasanya perusahaan yang berskala besar menggunakan proses ELEKTROLISIS untuk menghasilkan sebuah PCB yang bagus dan dapat diproses dengan cepat serta hasilnya memadai, tapi yah proses itu tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk Home Industri justru sebaliknya proses ETCHING seperti yang dituturkan diatas lah yang paling murah dan mudah.
Untuk tip berikut saya hanya akan membahas proses ETCHING dengan cara seperti diatas yaitu menggunakan larutan FeCl3 sebagai katalisnya. Tidak perlu panjang lebar lagi sekarang mari kita mulai proyek pembuatan PCB pertama kita dengan cara yang seperti diuraikan diatas dengan langkah dibawah ini.
Perlengkapan yang diperlukan untuk proyek latihan kita sebagai berikut :
1. PCB Kosong berukuran 25 X 25 cm jenis single side.
2. Spidol anti air ( Permanent Ink ) merk apa saja contoh ARTLINE, SNOWMAN, ARROW, BOXI dll.
3. 150 gr bubuk FeCl3 ( ferri clorida ) dapat dibeli ditoko kimia.
4. 500 ml air bersih, kalau bisa usahakan pakai air panas.
5. Sebuah Baki dari plastik ukuran bebas yang penting PCB diatas nantinya bisa terendam.
6. Thinner untuk menghilangkan sisa SPIDOL
7. Sebuah penjepit dari bambu untuk menjepit PCB yang akan di proses
Sebagai sarana latihan kita coba perhatikan rangkaian elektronika dibawah ini.
Rangkain Power suplai yang akan dibuatkan PCB nya
Setelah Anda perhatikan dengan baik skema diatas mari kita mulai latihan kita. Yang pertama sekali Anda perhatikan adalah bahwa komponen elektronika nantinya berada pada lapisan fiber sedangkan kaki-kaki komponen elektronika tersebut berada pada lapisan tembaga, dimana nantinya kaki komponen tersebut akan disolder denga timah. ( lihat kembali gambar diatas kalau belum paham ). Maka dari itu posisi dari arah komponen terutama yang mempunya tiga kaki atau lebih seperti transistor, IC dan Resistor jenis trimer ( TRIMPOT ) digambarkan dalam posisi cermin, lihat gambar dibawah ini untuk lebih jelasnya
Posisi layout PCB untuk komponen yang
mempunyai 3 kaki atau lebih adalah posisi cermin
Baiklah kalau Anda sudah mengerti, sekarang kita kembali ke proyek kita. Lihat lagi gambar diatas, Pada rangkaian itu ada beberapa komponen elektronika yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Tindakan pertama kita yaitu menyiapkan PCB kosong dan Spidol tahan air, kita akan melukiskan jalur-jalur dari rangkaian dengan spidol pada lapisan tembaga dari PCB. Nantinya pada hasil akhir jalur yang kita gambarkan dengan spidol itulah yang menjadi jalur koneksi antar komponen. Perhatikan lagi gambar berikut.
Pelukisan dasar jalur PCB dari rangkaian catudaya
Nah gambar diatas adalah layout dasar dari rangkaian elektronika yang akan dibuat PCB nya. Titik titik putih nantinya akan kita lubangi dengan BOR listrik atau BOR tangan dengan mata bor berdiameter 0,5 mm. Tapi juga perlu Anda ketahui bahwa Semakin banyak atau lebar lapisan tembaga yang terbuang, maka semakin banyak pula cairan FeCl3 ( Ferri Clorida ) yang dibutuhkan. Jadi agar pemakaian dari FeCl3 dapat dikurangi dan juga agar jalur yang kita buat nanti tidak mudah terkelupas, maka kita usahakan memblok jalur yang mempunyai koneksi yang sama. Memang kelihatannya tidak bagus, tapi ini lebih baik sebab jalur yang kita buat nanti akan terlihat kokoh dan tidak mudah terkelupas. Sehingga Rancangan PCB kita menjadi seperti berikut ini. Pemblokan ini terserah dari selera Anda, Anda bisa saja membuat yang lebih cantik dan indah dipandang asal jalur yang tidak berhubungan jangan ikut di Blok dan juga perhatikan jangan sampai terlalu rapat dengan jalur yang lain.
Pemblokan jalur PCB untuk mengurangi pemakaian FeCl3
Langkah selanjutnya setelah kita melukiskan PCB kosong dengan spidol seperti yang diterangkan diatas adalah menyiapkan BAKI atau WADAH dari Plastik. Ingat wadah harus dari plastik atau bahan yang bukan terbuat dari logam, karena bila wadahnya terbuat dari logam nanti akan ikut TERKOROSI oleh cairan FeCl3.
Setelah wadah disiapkan, masukan 150 gr bubuk FeCl3 pada wadah lalu masukan sedikit demi sedikt air panas ( 70o C ) kedalam wadah berisi bubuk FeCl3 tersebut dan aduk perlahan lahan agar semua bubuk Ferri Cloride tersebut terlarut dalam air.
Masukan PCB rancangan tadi ke dalam wadah yang berisi larutan FeCl3, gunakan penjepit dari bambu untuk memegang PCB. Kibas-kibaskan PCB didalam larutan tadi sampai lapisan tembaga pada PCB yang tidak tertutup oleh SPIDOL ikut terlarut dalam cairan tersebut.
Setelah semua lapisan tembaga yang tidak tertutup oleh Spidol menghilang, angkat PCB tersebut dan bilaslah dengan air bersih sampai sisa larutan FeCl3 tidak ada lagi, setelah itu keringkan. Setelah kering gunakan Thinner untuk menghilangkan lapisan SPIDOL yang masih melekat pada PCB, sehingga hasilnya nampak seperti ini.
Hasil akhir dari proses pembuatan PCB
Sampai disini saya rasa Anda sudah cukup mengerti tentang design dari sebuah PCB. Ada satu langkah lagi agar PCB yang kita buat dapat awet dan tidak mudah teroksidasi oleh udara, maka setelah dilakukan ETCHING maka lapisan tembaga tersebut kita lapisi dengan LAK atau Email atau anda juga dapat menggunakan vernish untuk menutupi lapisan tembaga pada PCB agar tahan lama dan tidak mudah Teroksidasi oleh udara.
Sebagai sarana lanjutan dari design PCB, cobalah Anda ikuti tutorial pembuatan SPEAKER AKTIF yang ada pada Halaman WORLD OF ELECTRONICS, disana Anda juga diharuskan membuat sebuah PCB untuk proyek elektronika yang diutarakan. Design PCB nya seperti berikut ini.
Satu hal lagi, bila Anda ingin menjadi seorang profesional dalam mendesign PCB ini. Anda dapat menggunakan software khusus untuk mendesign PCB yaitu : PCB123 , dapat Anda download secara gratis tetapi file nya besar sekali 763 MB bila mendownloadnya bisa memakan waktu lebih kurang 5 jam dengan transfer rate rata-rata 25 KB per detik, atau bila Anda merasa enggan untuk mendownload software yang gratisan, Anda dapat menggunakan WINQCAD, software ini banyak tersedia di toko-toko CD bajakan hahahaha . Untuk link download PCB123 saya lupa silahkan Anda cari sendiri dengan bantuan search engine seperti Google.
Sampai disini saja dahulu penjelasan mengenai design PCB ini, Insya Allah nanti saya akan merilis tutorial mengenai software design PCB untuk profesional.
AVOMETER
PENGENALAN AVO METER
Written By cekonecektwo on Jumat, 30 April 2010 | 03.34
AVO
meter adalah alat untuk mengukur arus, tegangan dan hambatan listrik.
AVO meter adalah kependekan dari Ampere Volt Ohm meter. Ada dua jenis
AVO meter yaitu AVO meter analog (tampilannya berupa jarum putar) dan
AVO meter digital (tampilannya berupa display digital). Kadang orang
menyebut AVO meter dengan multi tester.
Dalam penggunaannya penting sekali untuk memperhatikan dan memilih skala pengukuran yang sesuai sebelum melakukan pengukuran. Biasakan untuk menggunakan skala paling tinggi pada saat awal pengukuran baik arus, tegangan ataupun hambatan listrik. Selanjutnya bisa diturunkan skalanya jika dirasakan hasil pengukuran masih belum mencukupi tingkat ketelitiannya.
Sebagai contoh misalnya kita gunakan sebuah AVO meter analog untuk mengukur tegangan pada suatu sumber tegangan AC. Kita tempatkan saklar pada posisi VAC (pengukuran untuk tegangan AC), pilih skala tertinggi. Lihat simpangan jarumnya apakah sudah cukup untuk dapat terbaca ataukah simpangannya terlalu kecil sehingga sulit terbaca. Jika simpangan jarumnya terlalu kecil maka skala pengukuran bisa kita turunkan lagi sampai mendapatkan hasil simpangan yang dapat terbaca dengan baik. Jangan memilih skala yang terlalu kecil sehingga jarum menyimpang melebihi batas maksimum pengukuran, ini dapat merusakkan AVO meter. Penting juga memperhatikan polaritas jika yang kita ukur berkaitan dengan arus dan tegangan DC. Jangan sampai terbalik karena dapat juga merusakkan AVO meter.
Untuk AVO meter analog penting juga mengkalibrasi AVO meter sebelum digunakan untuk melakukan pengukuran, terutama dalam mengukur tahanan (resistor) agar hasil pengukurannya akurat. Caranya hubungkan tap2 AVO meter lalu putar penepat not (kalibrator) hingga jarum tepat menunjukkan angka 0 ohm, baru kemudian siap digunakan. Jika skala pengukuran diubah biasanya harus dikalibrasi lagi.
Untuk AVO meter digital biasanya dilengkapi dengan kemampuan untuk mengukur kapasitas sebuah kapasitor serta hfe transistor, dan tanpa perlu dikalibrasi. Sepertinya memang lebih praktis tapi harganya juga praktis lebih mahal.
Tapi ada juga AVO meter analog dengan merek tertentu yang lumayan mahal karena memang hasil bacaannya akurat dan bagus, cuma tetep bacanya mesti harus melirik simpangan jarum
Nah sampai disini saja dulu uraian singkat mengenai AVO Meter nanti kita lanjutkan lagi pelajarannya.SEMOGA SUXES SELALU
Selasa, 15 Januari 2013
KOMPONEN ELEKTRONIKA
PENGENALAN KOMPONEN ELEKTRONIKA
Resistor
Resistor berasal dari bahasa
belanda werstand, yang berarti tahanan atau hambatan, Resistor berati suatu
komponen elektronika yang memberikan hambatan terhatap muatan listrik.
resistor disimbulkan dengan
huruf R. dan mempunyai satuan ohm, resistor ditemukan
pada tahun 1787 oleh seorang ahli fisika yang bernama George Ohm dari bangsa
jerman.
resistor mempunyai kemampuan
untuk membatasi arus atau tegangan disebut resistansi, dimana resistansi
dinyatakan dengan satuan Ohm.
Hubungan antara hambatan, tegangan, dan arus, dapat disimpulkan melalui hukum berikut
ini, yang terkenal sebagai hukum Ohm:
dimana :
V = beda potensial (Volt)
I = Arus (ampere)
R = Resistansi (Ohm)
Gelang Warna Pada
Resistor
pada resistor mempunyai 4
gelang atau mempunyai 5 gelang warna. gelang-gelang tersebut mempunyai
kode-kode warna yang mewakili besarnya ambatan yang ada pada resistor tersebut
warna-warna pada resistor mempunyai besaran sendiri-sendiri sesuai dengan
gambar diatas. untuk membaca nilai resistor yang mempunyai 4 gelang dan 5
gelang sedikit berbeda, akan tetapi pada dasarnya sama.
Cara Membaca Resistor 4 Gelang
menghitung nilai resistor pada 4 gelang ini pada gelang pertama mewakili
angka depan, gelang kedua mewakili angka selanjutnya, gelang ketiga mewakili
nilai pengali, dan gelang keempat merupakan nilai toleransinya. untuk lebih
jelasnya kita membaca nilai resistor pada resistor dibawah ini:
apabila kita menjumpai resistor yang mempunyai 4 gelang dengan warna diatas,
maka kita dapat membaca nilai hambatan pada resistor tersebut adalah:
pada gelang 1 berwarna merah ini
berati bernilai 2
pada gelang 2 berwarna hijau ini
berati bernilai 5
pada gelang 3 berwarna oranye ini
berati bernilai 3, jadi faktor pengali 10 pangkat 3 = 1000
pada gelang 4 berwarna emas
berati toleransi 5 persen
jadi nilai resistor diatas
adalah : 25 x 1000 = 25000 atau 25K dengan toleransi 5 persen.
cara membaca
resistor 5 gelang
menghitung nilai resistor
pada 5 gelang ini pada gelang pertama mewakili angka depan, gelang kedua
mewakili angka selanjutnya, gelang ketiga mewakili angka ketiga gelang keempat
mewakili nilai pengali, dan gelang kelima merupakan nilai toleransinya. untuk
lebih jelasnya kita membaca nilai resistor pada resistor dibawah ini:
apabila kita menjumpai resistor yang mempunyai 4 gelang dengan warna diatas,
maka kita dapat membaca nilai hambatan pada resistor tersebut adalah:
pada gelang 1 berwarna kuning ini
berati bernilai 4
pada gelang 2 berwarna biru ini
berati bernilai 6
pada gelang 3 berwarna hitam ini
berati bernilai 0
pada gelang 4 berwarna oranye ini
berati bernilai 3, jadi faktor pengali 10 pangkat 3 = 1000
pada gelang 5 berwarna coklat
berati toleransi 1 persen
jadi nilai resistor diatas adalah : 460 x 1000 = 460000 atau 460K dengan
toleransi 1 persen.Kapasitor
I.2
Kapasitor
I.2.1 Prinsip dasar dan spesifikasi
elektriknya
Kapasitor sering disebut condensator ( C ) adalah komponen elektronika
yang dapat menyimpan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2
buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan
dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan
lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka
muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya
dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang
satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan
sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena
terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini
"tersimpan" selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung
kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat
terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan.
Gambar I.3 prinsip dasar kapasitor
1.2.2 Kapasitansi
Kapasitansi
didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan
elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018
elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah
kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt
dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :
Q = CV …………….(1)
Q
= muatan elektron dalam C (coulombs)
C
= nilai kapasitansi dalam F (farads)
V
= besar tegangan dalam V (volt)
Dalam
praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area
plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan
konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumusan dapat ditulis sebagai berikut :
C = (8.85 x 10-12) (k A/t) ...(2)
Berikut
adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang
disederhanakan.
Udara vakum
|
k = 1
|
Aluminium
oksida
|
k = 8
|
Keramik
|
k = 100 - 1000
|
Gelas
|
k = 8
|
Polyethylene
|
k = 3
|
Tabel I.1
Tabel Konstanta Bahan Dielektrik
Untuk
rangkain elektronik praktis, satuan farads adalah sangat besar sekali. Umumnya
kapasitor yang ada di pasar memiliki satuan uF (10-6 F), nF (10-9 F)
dan pF (10-12
F). Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan
membaca besaran sebuah kapasitor. Misalnya 0.047uF dapat juga dibaca sebagai
47nF, atau contoh lain 0.1nF sama dengan 100pF.
I.2.3 Tipe Kapasitor
Kapasitor
terdiri dari beberapa tipe, tergantung dari bahan dielektriknya. Untuk lebih
sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kapasitor electrostatic,
electrolytic dan electrochemical.
I.2.3.1 Kapasitor Electrostatic
Kapasitor
electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan
dielektrik dari keramik, film dan mika. Keramik dan mika adalah bahan yang
popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil.
Tersedia dari besaran pF sampai beberapa uF, yang biasanya untuk aplikasi
rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Termasuk kelompok bahan
dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti polyester
(polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar), polystyrene,
polyprophylene, polycarbonate, metalized paper dan lainnya.
Mylar,
MKM, MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan
bahan-bahan dielektrik film. Umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar.
I.2.3.2 Kapasitor Electrolytic
Kelompok
kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan
dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. Umumnya kapasitor yang termasuk
kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan - di badannya. Mengapa
kapasitor ini dapat memiliki polaritas, adalah karena proses pembuatannya
menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutup positif anoda dan kutup
negatif katoda.
Telah
lama diketahui beberapa metal seperti tantalum, aluminium, magnesium, titanium,
niobium, zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga
membentuk lapisan metal-oksida (oxide film). Lapisan oksidasi ini
terbentuk melalui proses elektrolisa,
seperti pada proses penyepuhan emas. Elektroda metal yang dicelup kedalam
larutan electrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan
larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). Oksigen pada larutan
electrolyte terlepas dan mengoksidai permukaan plat metal. Contohnya, jika
digunakan Aluminium, maka akan terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al2O3)
pada permukaannya.
Gambar I.4 Kapasitor Elco
Dengan
demikian berturut-turut plat metal (anoda), lapisan-metal-oksida dan electrolyte(katoda)
membentuk kapasitor. Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik.
Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal
dielektrik. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis, sehingga dengan demikian
dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar.
Karena
alasan ekonomis dan praktis, umumnya
bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. Bahan
yang paling banyak dan murah adalah Aluminium. Untuk mendapatkan permukaan yang
luas, bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Sehingga dengan cara
itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar. Sebagai contoh 100uF,
470uF, 4700uF dan lain-lain, yang sering juga disebut kapasitor elco.
Bahan
electrolyte pada kapasitor Tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat.
Disebut electrolyte padat, tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang
menjadi elektroda negatif-nya, melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida.
Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun
menjadi lebih ramping dan mungil. Selain itu karena seluruhnya padat, maka
waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama. Kapasitor tipe ini juga
memiliki arus bocor yang sangat kecil
Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal.
I.2.3.3 Kapasitor Electrochemical
Satu
jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. Termasuk kapasitor jenis
ini adalah batere dan accu. Pada kenyataanya batere dan accu adalah kapasitor
yang sangat baik, karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor
(leakage current) yang sangat kecil. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam
pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan,
misalnya untuk applikasi mobil elektrik dan telepon selular.
1.2.4 Membaca Kapasitansi
Pada
kapasitor yang berukuran besar, nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka
yang jelas. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Misalnya
pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 22uF/25v.
Kapasitor yang ukuran fisiknya mungil dan kecil
biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Jika hanya ada dua
angka satuannya adalah pF (pico farads). Sebagai contoh, kapasitor yang
bertuliskan dua angka 47, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF.
Jika
ada 3 digit, angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal, sedangkan angka
ke-3 adalah faktor pengali. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya,
berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000 dan seterusnya. Misalnya
pada kapasitor keramik tertulis 104, maka
kapasitansinya adalah 10 x 10.000
= 100.000pF atau = 100nF. Contoh lain misalnya tertulis 222, artinya kapasitansi
kapasitor tersebut adalah 22 x 100 = 2200 pF = 2.2 nF.
Selain
dari kapasitansi ada beberapa
karakteristik penting lainnya yang perlu diperhatikan. Biasanya spesifikasi
karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat didalam datasheet. Berikut ini adalah beberapa spesifikasi penting
tersebut.
1.2.5
Tegangan Kerja (working voltage)
Tegangan
kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat
bekerja dengan baik. Para elektro- mania
barangkali pernah mengalami kapasitor yang meledak karena kelebihan tegangan.
Misalnya kapasitor 10uF 25V, maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh
melebihi 25 volt dc. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC
dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC.
1.2.6
Temperatur Kerja
Kapasitor
masih memenuhi spesifikasinya jika
bekerja pada suhu yang sesuai. Pabrikan
pembuat kapasitor umumnya membuat kapasitor yang mengacu pada standar popular. Ada 4 standar popular yang biasanya tertera di badan
kapasitor seperti C0G (ultra stable),
X7R (stable) serta Z5U dan Y5V
(general purpose). Secara lengkap kode-kode tersebut disajikan
pada table berikut.
Tabel
I.2 Kode karakteristik kapasitor kelas I
Koefisien Suhu
|
Faktor Pengali Koefisien Suhu
|
Toleransi Koefisien Suhu
|
|||
Simbol
|
PPM per Co
|
Simbol
|
Pengali
|
Simbol
|
PPM per Co
|
C
|
0.0
|
0
|
-1
|
G
|
+/-30
|
B
|
0.3
|
1
|
-10
|
H
|
+/-60
|
A
|
0.9
|
2
|
-100
|
J
|
+/-120
|
M
|
1.0
|
3
|
-1000
|
K
|
+/-250
|
P
|
1.5
|
4
|
-10000
|
L
|
+/-500
|
ppm = part per million
Tabel I.3 Kode karakteristik kapasitor kelas II dan III
suhu kerja minimum
|
suhu kerja maksimum
|
Toleransi Kapasitansi
|
|||
Simbol
|
Co
|
Simbol
|
Co
|
Simbol
|
Persen
|
Z
|
+10
|
2
|
+45
|
A
|
+/- 1.0%
|
Y
|
-30
|
4
|
+65
|
B
|
+/- 1.5%
|
X
|
-55
|
5
|
+85
|
C
|
+/- 2.2%
|
6
|
+105
|
D
|
+/- 3.3%
|
||
7
|
+125
|
E
|
+/- 4.7%
|
||
8
|
+150
|
F
|
+/- 7.5%
|
||
9
|
+200
|
P
|
+/- 10.0%
|
||
R
|
+/- 15.0%
|
||||
S
|
+/- 22.0%
|
||||
T
|
+22% / -33%
|
||||
U
|
+22% / -56%
|
||||
V
|
+22% / -82%
|
||||
I2.7 Toleransi
Seperti
komponen lainnya, besar kapasitansi nominal ada toleransinya. Tabel diatas
menyajikan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. Dengan table di atas pemakai dapat
dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai
nilai nominal kapasitor. Misalnya jika tertulis 104 X7R, maka kapasitasinya
adalah 100nF dengan toleransi +/-15%.
Sekaligus dikethaui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah
antara -55Co sampai +125Co
(lihat tabel kode karakteristik)
SUMBER:http://elektronika2012.blogspot.com
DASAR DASAR ELEKTRONIKA
A. Elektronika adalah ilmu yang mempelajari tentang elektron/kelistrikan. Elektronika
merupakan ilmu kelistrikan yang tergolong dalam listrik arus lemah / arus kecil.
pada dasarnya listrik terdiri dari dua macam, yaitu:
1. Listrik diam (statis)
listrik jenis ini dapat dihasilkan dari gesekan antara dua materi yang mempunyai muatan berbeda, contohnya mistar yang digosokkan pada rambut kering akan menarik sobekan kertas
2. Listrik bergerak (dinamis)
listrik jenis ini mengalir karena adanya bahan penghantar (konduktor), contohnya listrik yang dihasilkan oleh baterai
Pada pokok bahasan kali ini kita akan mempelajari tentang listrik dinamis. Listrik dinamis ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu:
1. Listrik arus searah/DC (Direct Currant)
sumber listrik arus searah ini terdapat pada baterai, aki/akumulator, generator DC, dan solar sel.
2. Listrik arus bolak balik/AC (Alternating Currant)
listrik arus bolak balik ini terdapat pada generator AC, genset, dan listrik PLN.
B. Besaran-besaran listrik
berikut ini termasuk besaran dasar ilmu kelistrikan:
1. Arus listrik (I)
adalah besarnya muatan listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satu detik, satuan Ampere (A) yg diambil dari nama seorang ilmuwan Andre Ampere. I=Q/t
2. Tegangan listrik (V)
adalah beda potensial antara kedua ujung penghantar, satuan Volt (V) yang diambil dari nama penemu baterai Alessandro Volta. V=W/Q
3. Hambatan listrik (R)
adalah besarnya tahanan listrik yg terdapat pada suatu beban dalam rangkaian tertutup, satuan Ohm yg diambil dari nama perumus hukum Ohm, George Simone Ohm. R=V/I
4. Muatan listrik (C)
satuan Coulumb
5. Kapasitansi
satuan Farad
6. Induktansi
satuan Henry
7. Daya listrik
satuan Watt
8. Energi listrik
satuan Joule
pada dasarnya elektron mengalir dari beda potensial rendah ke beda potensial tinggi, sebaliknya arus listrik/proton mengalir dari beda potensial tinggi ke beda potensial rendah
muatan yg sejenis akan tolak menolak, dan muatan yg tidak sejenis akan paling tarik menarik
C. Komponen-Komponen Elektronika
pada dasarnya komponen elektronika dikelompokkan menjadi dua, yaitu: komponen pasif dan komponen aktif
C.1. Komponen Pasif
yg termasuk komponen pasif diantaranya:
C.1.1. Resistor (R)
resistor terbagi menjadi:
a. Resistor Tetap
contohnya: resistor karbon, metal, dan nikel. Resistor ini nilainya dapat diketahui berdasarkan gelang warna pada badan resistor. Kode warna:
hitam=0
coklat=1
merah=2
jingga=3
kuning=4
hijau=5
biru=6
ungu=7
abu-abu=8
putih=9
emas=5%
perak=10%
tak berwarna=20%
b. Resistor Variabel
contohnya: potensiometer, trimmer potensio (trimpot), dan rheostat
c. Resistor Tidak Linear
contohnya: LDR (light dependent resistor), Thermistor (thermal resistor)PTC/NTC, dan VDR (voltage dependent resistor). Dikatakan tidak linear karena nilainya selalu berubah-ubah tergantung dari perubahan suhu, berkas cahaya, dan tegangan listrik
*fungsi resistor:
1. Menahan arus listrik
2. Menahan tegangan listrik
3. Pembagi tegangan
4. Bersama dengan L dan C membangkitkan osilasi
5. Sensor cahaya dan suhu
C.1.2. Kapasitor / Condensator(C)
adapun kapasitor terbagi menjadi:
a. Kapasitor Polar (memiliki polaritas)
contohnya kapasitor elektrolit (elco) dan kapasitor tantalum
b. Kapasitor Non Polar (tidak berpolaritas)
contohnya kapasitor dari bahan keramik, mika, polyester, plastik film, dan kertas.
c. Kapasitor Variabel
contohnya variabel kapasitor (Varco) dan kapasitor trimmer.
kapasitor jenis ini nilai kapasitansinya dapat diubah-ubah
*nilai kapasitansi kapasitor dapat dipengaruhi oleh:
1. Luas penampang plat
2. Jarak antar plat
3. Bahan penyekat/dielektrika
*fungsi kapasitor yaitu:
1. Sebagai filter/penyaring frekuensi yg tidak dibutuhkan
2. Sebagai kopling atau penghubung
3. Menyimpan muatan listrik sementara waktu
4. Bersama dengan L membangkitkan osilasi
5. Meneruskan arus AC
6. Membloking arus DC
*kapasitor biasa juga disebut kondensor atau kondensator
*dalam menentukan nilainya digunakan satuan Farad, tapi pada dasarnya digunakan satuan yg lebih kecil misalnya mikrofarad (uF), nanofarad (nF), dan pikofarad (pF)
C.1.3. Induktor (L)
Induktor disebut juga dengan lilitan, induktor biasanya dibedakan berdasarkan inti yg digunakan, diantaranya:
a. Induktor inti udara
contohnya solenoida
b. Induktor inti besi
contohnya kumparan elektromagnet dan transformator
c. Induktor inti ferit
biasanya digunakan pada peralatan yg menggunakan sinyal frekuensi, misalnya:
spull MF, trafo IF dan trafo RF
*untuk mengetahui besarnya nilai suatu induktor maka digunakan satuan Henry
*fungsi induktor:
1. Membangkitkan induksi elektromagnet
2. Meneruskan arus DC
3. Menahan arus AC
4. Bersama dengan C membangkitkan osilasi
*pada pokok bahasan berikutnya akan dibahas lebih terperinci tentang transformator
C.1.4. Komponen Kontrol/Bantu
adapun yg termasuk dalam komponen ini adakah:
1. Sakelar
berfungsi untuk memutus atau menyambungkan arus listrik
pada dasarnya listrik terdiri dari dua macam, yaitu:
1. Listrik diam (statis)
listrik jenis ini dapat dihasilkan dari gesekan antara dua materi yang mempunyai muatan berbeda, contohnya mistar yang digosokkan pada rambut kering akan menarik sobekan kertas
2. Listrik bergerak (dinamis)
listrik jenis ini mengalir karena adanya bahan penghantar (konduktor), contohnya listrik yang dihasilkan oleh baterai
Pada pokok bahasan kali ini kita akan mempelajari tentang listrik dinamis. Listrik dinamis ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu:
1. Listrik arus searah/DC (Direct Currant)
sumber listrik arus searah ini terdapat pada baterai, aki/akumulator, generator DC, dan solar sel.
2. Listrik arus bolak balik/AC (Alternating Currant)
listrik arus bolak balik ini terdapat pada generator AC, genset, dan listrik PLN.
B. Besaran-besaran listrik
berikut ini termasuk besaran dasar ilmu kelistrikan:
1. Arus listrik (I)
adalah besarnya muatan listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satu detik, satuan Ampere (A) yg diambil dari nama seorang ilmuwan Andre Ampere. I=Q/t
2. Tegangan listrik (V)
adalah beda potensial antara kedua ujung penghantar, satuan Volt (V) yang diambil dari nama penemu baterai Alessandro Volta. V=W/Q
3. Hambatan listrik (R)
adalah besarnya tahanan listrik yg terdapat pada suatu beban dalam rangkaian tertutup, satuan Ohm yg diambil dari nama perumus hukum Ohm, George Simone Ohm. R=V/I
4. Muatan listrik (C)
satuan Coulumb
5. Kapasitansi
satuan Farad
6. Induktansi
satuan Henry
7. Daya listrik
satuan Watt
8. Energi listrik
satuan Joule
pada dasarnya elektron mengalir dari beda potensial rendah ke beda potensial tinggi, sebaliknya arus listrik/proton mengalir dari beda potensial tinggi ke beda potensial rendah
muatan yg sejenis akan tolak menolak, dan muatan yg tidak sejenis akan paling tarik menarik
C. Komponen-Komponen Elektronika
pada dasarnya komponen elektronika dikelompokkan menjadi dua, yaitu: komponen pasif dan komponen aktif
C.1. Komponen Pasif
yg termasuk komponen pasif diantaranya:
C.1.1. Resistor (R)
resistor terbagi menjadi:
a. Resistor Tetap
contohnya: resistor karbon, metal, dan nikel. Resistor ini nilainya dapat diketahui berdasarkan gelang warna pada badan resistor. Kode warna:
hitam=0
coklat=1
merah=2
jingga=3
kuning=4
hijau=5
biru=6
ungu=7
abu-abu=8
putih=9
emas=5%
perak=10%
tak berwarna=20%
b. Resistor Variabel
contohnya: potensiometer, trimmer potensio (trimpot), dan rheostat
c. Resistor Tidak Linear
contohnya: LDR (light dependent resistor), Thermistor (thermal resistor)PTC/NTC, dan VDR (voltage dependent resistor). Dikatakan tidak linear karena nilainya selalu berubah-ubah tergantung dari perubahan suhu, berkas cahaya, dan tegangan listrik
*fungsi resistor:
1. Menahan arus listrik
2. Menahan tegangan listrik
3. Pembagi tegangan
4. Bersama dengan L dan C membangkitkan osilasi
5. Sensor cahaya dan suhu
C.1.2. Kapasitor / Condensator(C)
adapun kapasitor terbagi menjadi:
a. Kapasitor Polar (memiliki polaritas)
contohnya kapasitor elektrolit (elco) dan kapasitor tantalum
b. Kapasitor Non Polar (tidak berpolaritas)
contohnya kapasitor dari bahan keramik, mika, polyester, plastik film, dan kertas.
c. Kapasitor Variabel
contohnya variabel kapasitor (Varco) dan kapasitor trimmer.
kapasitor jenis ini nilai kapasitansinya dapat diubah-ubah
*nilai kapasitansi kapasitor dapat dipengaruhi oleh:
1. Luas penampang plat
2. Jarak antar plat
3. Bahan penyekat/dielektrika
*fungsi kapasitor yaitu:
1. Sebagai filter/penyaring frekuensi yg tidak dibutuhkan
2. Sebagai kopling atau penghubung
3. Menyimpan muatan listrik sementara waktu
4. Bersama dengan L membangkitkan osilasi
5. Meneruskan arus AC
6. Membloking arus DC
*kapasitor biasa juga disebut kondensor atau kondensator
*dalam menentukan nilainya digunakan satuan Farad, tapi pada dasarnya digunakan satuan yg lebih kecil misalnya mikrofarad (uF), nanofarad (nF), dan pikofarad (pF)
C.1.3. Induktor (L)
Induktor disebut juga dengan lilitan, induktor biasanya dibedakan berdasarkan inti yg digunakan, diantaranya:
a. Induktor inti udara
contohnya solenoida
b. Induktor inti besi
contohnya kumparan elektromagnet dan transformator
c. Induktor inti ferit
biasanya digunakan pada peralatan yg menggunakan sinyal frekuensi, misalnya:
spull MF, trafo IF dan trafo RF
*untuk mengetahui besarnya nilai suatu induktor maka digunakan satuan Henry
*fungsi induktor:
1. Membangkitkan induksi elektromagnet
2. Meneruskan arus DC
3. Menahan arus AC
4. Bersama dengan C membangkitkan osilasi
*pada pokok bahasan berikutnya akan dibahas lebih terperinci tentang transformator
C.1.4. Komponen Kontrol/Bantu
adapun yg termasuk dalam komponen ini adakah:
1. Sakelar
berfungsi untuk memutus atau menyambungkan arus listrik
Senin, 17 Desember 2012
MANTEN NIA 12/12/12
PERNIKAHAN NIA YUSUF 12/12/12
"TANGAAL YANG CANTIK "hanya inilah yang menjadi inspirasi pasangan yang menikah di tanggal
12-12-12 tak ketinggalan pasangan Nia Yusuf PULOREJO KRECEK BADAS KEDIRI ia juga ambil bagian dari
keunikan tanggal 12-12-12 . padahal Sebenarnya ia telah menikah sirri pada
tanggal 30 agustus 2012 .atau bertepatan dengan hari kamis legi 12
Syawal 1433 H . selang dua bulan berikutnya baru
mengurus surat-surat sebagai kelengkapan administrasi di KUA dan memesan
tangal tersebut untuk Rapak dan foto foto sehingga tercatat dibuku
nikah 12-12-12 , kita maklum orang jawa pada umumnya tidak mau
melaksanakan akad nikah di bulan suro karena 12-12 12 masih berada
dibulan suro , walaupun sebenarnya bulan suro / bulan muharrom ini bulan
yang sangat istimewa dan mulia bagi kita umat islam karena di bulan ini
keberhasilan ,kesuksesan bahkan mu'jizat para nabi diturunkan.
Barakallahu laka..wa barakallahu alaika wa jamaa’ bainakuma fi khair
Semoga Allah memberkahimu dalam suka dan duka…inilah makna doa yang
disunnahkan baginda nabi kita ucapkan ketika seorang muslim
menikah….karena memang perjalan kehidupan mereka akan bermula
disini….proses ini akan menghantarkan mereka kepada pribadi-pribadi
shalih dan menshalihkan ketika dibalut dengan keikhlasan dan redho
padaNYa….atau mungkin sebaliknya.
Sungguh …indah dan mulianya islam …hanya dengan beberapa patah kata
dan hanya butuh waktu tidak sampai lima menit….sesuatu yang awalnya
haram sekarang menjadi kewajiban, hal yang awalnya adalah dosa sekarang
menjadi ladang pahala dan amal…menikah! inilah sunnah nabawi yang
teramat agung dan indah sekaligus menjadi sebuah prasyarat untuk
menggenapkan kesempurnaan dien seorang hamba.
Nikah adalah pintu gerbang unuk memulai proses menggenapkan separoh agama…hari-hari kedepan pasca aqad nikah..adalah hari-hari penuh ladang amal dan pahala….atau barangkalai juga akan menjadi hari-hari penuh huru-hara dan ladang dosa dan kelalaian …ketika keikhlasan tiada lagi membersamainya.
Nikah adalah pintu gerbang unuk memulai proses menggenapkan separoh agama…hari-hari kedepan pasca aqad nikah..adalah hari-hari penuh ladang amal dan pahala….atau barangkalai juga akan menjadi hari-hari penuh huru-hara dan ladang dosa dan kelalaian …ketika keikhlasan tiada lagi membersamainya.
Ya…nikah bisa menjadi ladang amal….dan juga
akan menjadi sumber kelalaian dan kealpaan kita terhadapNYa…..sesuatu
yang indah terkadang menina bobokkan….melenakan….membawa terbang kita
kedalam kubangan kelalaian dan kelapaan ..hingga meninggalkan rasa
syukur dan terima kasih kepada sang pemberi nikmat dan amanah.
Sungguh tetaplah berserah diri..menundukkan kepala..bermohon kepadaNYa…untuk selalu menguatkan keyakinan dan keistiqomahan kita…sungguh hiasilah proses mulia ini dengan rasa syukur, keikhlasan hingga ia benar-benar menjadi ladang amal dan ibadah….
Sungguh tetaplah berserah diri..menundukkan kepala..bermohon kepadaNYa…untuk selalu menguatkan keyakinan dan keistiqomahan kita…sungguh hiasilah proses mulia ini dengan rasa syukur, keikhlasan hingga ia benar-benar menjadi ladang amal dan ibadah….
Ya Allah …maafkan dan ampuni kami kalau nikmat dan karuniaMu malah membuat kami lalai….
Ya rabb jadikanlah kikhlasan tetap membersamai kami dalam mengharungi samudera kehidupanMU.
Sungguh terkadang kami malah dilenakan dengan segala kesenangan dan keindahan duniaMu
Ya rabb bantu kami …untuk tetap mengingatMu….bersyukur terhadap nikmatMU dan memperbaiki amalan-amalan kami.
Sedikit hikmah dari pernikahan Seseorang
semoga pernikahan kita ..benar-benar mengantarkan kepada pribadi-pribadi yang lebih baik…karena memang pernikahan adalah awal untuk memulai melengkapi separoh dari agama kita…
Kediri 12/12/12
Langganan:
Postingan (Atom)



















