INDONESIA CUMA BUTUH BENDERA
Masalah Indonesia bukan Rupiah longsor, itu sih HOAX udah menguat lagi. Bukan Tenaga Kerja Asing, itu juga HOAX cuma puluhan ribu kok. Bukan kebangkitan PKI, itu juga HOAX yang mau bangkit itu DI TII
Masalah Indonesia adalah ada kelompok yang tidak puas dengan sang saka Merah Putih dan mengibarkan bendera Hitam bertuliskan bahasa ASING karena dia pikir itu bakal masuk sorga
Kelompok penista bendera Merah Putih ini turun ke jalan menebar permusuhan mengujar kebencian kepada negara dan aparat karena negara kini TEGAS kepada kelompok intoleran.
Mereka menebar fitnah negeri ini darurat hutang, darurat TKA, darurat PKI, karena mereka mau mengaburkan bahaya sebenarnya adalah mereka yang ingin benturkan islam VS negara, rakyat VS aparat
Tapi kita akan rebut kembali Indonesia dari mereka. Hari ini kami mulai gerakan masif KIRAB SATU NEGERI, kami akan turun ke jalan mulai mulai hari ini di kota2 Indonesia sampai 28 Oktober kibarkan Sang Saka Merah Putih
Karena Indonesia cuma butuh 1 bendera, sang saka Merah Putih #KitaIniSama
Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, bersama FOR DAYAK (Forum Pemuda Dayak), GP Ansor PC Palangkaraya, Banser Satkorwil Kalteng & Bara JP Kalteng
#KirabSatuNegeri2018
Minggu, 16 September 2018
Sabtu, 11 Agustus 2018
Syukur
👉Seorang Guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.👈
Malamnya sang Guru memeriksa tugas itu,
Sebagian besar siswa menulis demikian:
Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Piramida.
2. TajMahal.
3. Tembok Besar Cina.
4. Menara Pisa.
5. Makkah
6. Menara Eiffel.
7. Candi Borobudur.
Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.
Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut
Tapi Guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir..
Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang Guru terdiam.
Lembar terakhir itu milik si Gadis Kecil Pendiam..
Isinya seperti ini :
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa Melihat,
2. Bisa Mendengar,
3. Bisa Menyentuh,
4. Bisa Disayangi,
5. Bisa Merasakan,
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai…
Setelah duduk diam beberapa saat, sang Guru menutup lembaran tugas siswanya.
Kemudian menundukkan kepalanya berdo'a...
Mengucap syukur untuk Gadis Kecil Pendiam di kelasnya yang telah mengajarkannya sebuah Pelajaran Hebat, yaitu:
Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban...
Keajaiban itu, ada di sekeliling kita, untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita " SYUKURI " !!!
Apa yang kita cari dalam Hidup ini...?
◆ Kita hidup di kebun, kita Merindukan kota ...
◆ Kita hidup di kota, merindukan kebun...
◆ Kalau kemarau, kita tanya kapan hujan?
◆ Di musim hujan, kita tanya kapan kemarau ?
◆ Diam di rumah, inginnya pergi...
◆ Setelah pergi, inginnya pulang ke rumah...
◆ Waktu tenang, cari keramaian...
◆ Waktu ramai, cari ketenangan...
◆ Ketika masih bujang mengeluh ingin nikah, Sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya Hidup dan Pendidikan...
Ternyata SESUATU itu tampak indah, karena belum kita miliki...
◆ Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki...
Jadilah Pribadi yang SELALU BERSYUKUR
dengan rahmat yang sudah kita miliki...
Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini..??
Menutupi telapak tangan saja sulit...
Tapi kalau daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI" dengan Daun,
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apa pun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana
Bumi ini pun akan tampak buruk...
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil...
Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku...
SYUKURILAH apa yang sudah kita miliki sebagai modal untuk meMULIAkanNYA...
Karena Hidup adalah WAKTU yang dipinjamkan,
dan Harta adalah BERKAH yang dipercayakan...
Dan semua itu, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.
Jadi... Bersyukurlah atas Nafas yang masih kita miliki...
Bersyukurlah atas Keluarga yang kita miliki...
Bersyukurlah atas Pekerjaan yang kita miliki...
Bersyukur & selalu bersyukur di dalam segala hal.🙏🏻
Malamnya sang Guru memeriksa tugas itu,
Sebagian besar siswa menulis demikian:
Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Piramida.
2. TajMahal.
3. Tembok Besar Cina.
4. Menara Pisa.
5. Makkah
6. Menara Eiffel.
7. Candi Borobudur.
Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.
Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut
Tapi Guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir..
Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang Guru terdiam.
Lembar terakhir itu milik si Gadis Kecil Pendiam..
Isinya seperti ini :
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa Melihat,
2. Bisa Mendengar,
3. Bisa Menyentuh,
4. Bisa Disayangi,
5. Bisa Merasakan,
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai…
Setelah duduk diam beberapa saat, sang Guru menutup lembaran tugas siswanya.
Kemudian menundukkan kepalanya berdo'a...
Mengucap syukur untuk Gadis Kecil Pendiam di kelasnya yang telah mengajarkannya sebuah Pelajaran Hebat, yaitu:
Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban...
Keajaiban itu, ada di sekeliling kita, untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita " SYUKURI " !!!
Apa yang kita cari dalam Hidup ini...?
◆ Kita hidup di kebun, kita Merindukan kota ...
◆ Kita hidup di kota, merindukan kebun...
◆ Kalau kemarau, kita tanya kapan hujan?
◆ Di musim hujan, kita tanya kapan kemarau ?
◆ Diam di rumah, inginnya pergi...
◆ Setelah pergi, inginnya pulang ke rumah...
◆ Waktu tenang, cari keramaian...
◆ Waktu ramai, cari ketenangan...
◆ Ketika masih bujang mengeluh ingin nikah, Sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya Hidup dan Pendidikan...
Ternyata SESUATU itu tampak indah, karena belum kita miliki...
◆ Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki...
Jadilah Pribadi yang SELALU BERSYUKUR
dengan rahmat yang sudah kita miliki...
Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini..??
Menutupi telapak tangan saja sulit...
Tapi kalau daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI" dengan Daun,
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apa pun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana
Bumi ini pun akan tampak buruk...
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil...
Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau cuma seujung kuku...
SYUKURILAH apa yang sudah kita miliki sebagai modal untuk meMULIAkanNYA...
Karena Hidup adalah WAKTU yang dipinjamkan,
dan Harta adalah BERKAH yang dipercayakan...
Dan semua itu, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.
Jadi... Bersyukurlah atas Nafas yang masih kita miliki...
Bersyukurlah atas Keluarga yang kita miliki...
Bersyukurlah atas Pekerjaan yang kita miliki...
Bersyukur & selalu bersyukur di dalam segala hal.🙏🏻
Minggu, 05 Agustus 2018
Meluruskan Opini Islam Nusantara
Meluruskan Opini Busuk yang Mengatakan Islam Nusantara Gagasan Liberal
by Ardhabilly Agustus 4, 2018
Oleh M Nur S
Islam Nusantara muncul digagas oleh tim Bahtsul Masail untuk menyikapi gerak wahabisasi yang marak. Sekelompok tim ini mengkonsep dan mengajukan ke PWNU Jawa Timur. Penggodokan memakan pembahasan yang cukup panjang dan berjam-jam. Pada saat itu tahun 2015.
Proses pembahasan dihadiri oleh banyak aktifis Bahtsul Masail dan para Masyayikh, bahkan almaghfurlah Kiai Hasyim Muzadi pun ikut hadir waktu itu, karena beliau masih sehat. Ada masukan dari beliau penamaan ini sebaiknya ditambah “di” menjadi “Islam di Nusantara”.
Tapi karena banyak musyawirin yang berpendapat: kan ini jargon agar enak didengar dan segera booming, gak enak kalo ada sisipan “di” di tengah-tengahnya. Maka setelah proses diskusi dilanjutkan lagi dengan berbagai pertimbangan akhirnya almaghfurlah Kiai Hasyim Muzadi pun ikut merestui dan menyetujui. Begitu juga para Masyayikh yang hadir.
Urusan tidak cukup sampai di situ. Hasil rumusan ini kemudian oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU diusulkan naik sebagai tema muktamar NU Jombang. Setelah diproses oleh Tim Panitia dengan melibatkan para pihak yang kompeten melalui proses kajian ulang, restu dan tanggapan para Syuriah dan Mustasyar, akhirnya disetujuilah itu konsep. Dari awal munculnya tidak begitu ramai. Tapi belakangan jelang tahun politik jadi rame kembali. Itu wajar.
Source: M Nur S
by Ardhabilly Agustus 4, 2018
Oleh M Nur S
Islam Nusantara muncul digagas oleh tim Bahtsul Masail untuk menyikapi gerak wahabisasi yang marak. Sekelompok tim ini mengkonsep dan mengajukan ke PWNU Jawa Timur. Penggodokan memakan pembahasan yang cukup panjang dan berjam-jam. Pada saat itu tahun 2015.
Proses pembahasan dihadiri oleh banyak aktifis Bahtsul Masail dan para Masyayikh, bahkan almaghfurlah Kiai Hasyim Muzadi pun ikut hadir waktu itu, karena beliau masih sehat. Ada masukan dari beliau penamaan ini sebaiknya ditambah “di” menjadi “Islam di Nusantara”.
Tapi karena banyak musyawirin yang berpendapat: kan ini jargon agar enak didengar dan segera booming, gak enak kalo ada sisipan “di” di tengah-tengahnya. Maka setelah proses diskusi dilanjutkan lagi dengan berbagai pertimbangan akhirnya almaghfurlah Kiai Hasyim Muzadi pun ikut merestui dan menyetujui. Begitu juga para Masyayikh yang hadir.
Urusan tidak cukup sampai di situ. Hasil rumusan ini kemudian oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU diusulkan naik sebagai tema muktamar NU Jombang. Setelah diproses oleh Tim Panitia dengan melibatkan para pihak yang kompeten melalui proses kajian ulang, restu dan tanggapan para Syuriah dan Mustasyar, akhirnya disetujuilah itu konsep. Dari awal munculnya tidak begitu ramai. Tapi belakangan jelang tahun politik jadi rame kembali. Itu wajar.
Source: M Nur S
Kamis, 02 Agustus 2018
PERJUANGAN NU
Fakta Sejarah Benturan NU Dengan Ormas/Orpol (Subversif)
1. *NU* dengan Masyumi, yang bubar Masyumi
2. *NU* dengan PKI, yg bubar PKI
3. *NU* dengan PRRI/Permesta, yg bubar PRRI Permesta
4. *NU* dengan DI/TII, yg bubar DI/TII
5. *NU* dengan NII, yg bubar NII
6. *NU* dengan Gafatar, yg bubar Gafatar
7. *NU* dengan JI, yg bubar JI
8. *NU* dengan JAT, yg bubar JAT
9. *NU* dengan HTI, yg bubar HTI
_Masih Tidak Yakin Kalau NU Sebagai Penjaga Negara dan Agama....??_
_Masih Berani Benturan Dengan NU....??_
Tidak riya', hanya mempertegas kalau *NU* itu betul2 keramat...
*ANDA DIBUBARKAN?* _UMAT YANG MINTA!_
1. _Siapa yang pasang badan ketika *Makam Rasulullah mau dimusnahkan pemerintah Arab Saudi yg Wahabi* ?_
Jawabannya: *NU*, melalui *Komite Hijaz* yang dibentuk *HadratusSyech KH.Hasyim Asy'ari* dengan mengutus *KH.Wahab Chasbullah*.
2. _Siapa yang berjuang menumpas penjajah Jepang?_
Jawabannya: *NU*, melalui barisan Hizbullah dan lainnya.
3. _Siapa yang membumikan nama Indonesia dan mengusulkan Ir. Soekarno sebagai pemimpin?_
Jawabannya: *NU*, melalui muktamar Banjarmasi sebelum kemerdekaan.
4. _Siapa yang berijtihad bahwa Indonesia adalah negara Darussalam yang harus diperjuangkan?_
Jawabannya: *NU*, melalui Bahtsul Masail dipenghujung tahun 1930-an.
5. _Siapa yang mengeluarkan resolusi Jihad?_
Jawabannya: *NU*, melalui fatwa Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari tanggal 22 Oktober. Memicu kejadian bersejarah tanggal 10 November.
6. _Siapa yang menengahi perseteruan Nasionalis dan Islamis saat membuat dasar negara?_
Jawabannya: *NU*, melalui sosok KH. Wahid Hasyim yang saat itu mengambil lima intisari Piagam Madinah.
7. _Siapa yang meminta negara tetap mengayomi umat Islam pasca penghapusan tujuh kata dalam sila pertama Pancasila?_
Jawabannya: *NU*, tatkala KH. Wahid Hasyim meminta dibentuk Departemen Agama.
8. _Siapa yang dulu menetralisir kebijakan berbau komunisnya Bung Karno?_
Jawabannya: *NU*, saat Kyai Wahab secara gesit masuk dalam barisan Nasakom untuk menghadang PKI mempengaruhi Soekarno.
9. _Siapa yang menjaga keutuhan negara dan ikut bertempur saat Komunis melajalela?_
Jawabannya: *NU*, melalui santri pondok dan barisan Pagar Nusa. Sebab waktu itu sasarannya adalah Kyai pondok.
10. _Siapa yang berijtihad saat asas tunggal diberlakukan negara?_
Jawabannya: *NU*, dimasa Kyai Ahmad Siddiq secara gesit menerima asas tunggal Pancasila dengan dalil-dalil sharih.
11. _Siapa yang meminta pemerintah mengayomi seluruh ormas Islam di Indonesia?_
Jawabannya: *NU*, melalui sosok KH. Ibrahim Hosen _(ayahnya Gus Nadirsyah Hosen yang dituduh syiah, liberal, anti-Islam, wa akhawatuha itu)_ melalui usulan dibentuknya MUI.
Beliau juga yang meletakkan dasar-dasar _ijtihad ijtima'i ala *NU*_ dalam tubuh MUI.
Sekelompok orang yang organisasinya dibubarkan berteriak lantang, _"negara jangan semena-mena membubarkan kami, ingat, umat Islamlah yang memperjuangkan negara ini dari masa ke masa!!"_
*Jangan hanya like, kopi langsung kirim ke yang lain...Biar ngerti tentang perjuangan NU*.
1. *NU* dengan Masyumi, yang bubar Masyumi
2. *NU* dengan PKI, yg bubar PKI
3. *NU* dengan PRRI/Permesta, yg bubar PRRI Permesta
4. *NU* dengan DI/TII, yg bubar DI/TII
5. *NU* dengan NII, yg bubar NII
6. *NU* dengan Gafatar, yg bubar Gafatar
7. *NU* dengan JI, yg bubar JI
8. *NU* dengan JAT, yg bubar JAT
9. *NU* dengan HTI, yg bubar HTI
_Masih Tidak Yakin Kalau NU Sebagai Penjaga Negara dan Agama....??_
_Masih Berani Benturan Dengan NU....??_
Tidak riya', hanya mempertegas kalau *NU* itu betul2 keramat...
*ANDA DIBUBARKAN?* _UMAT YANG MINTA!_
1. _Siapa yang pasang badan ketika *Makam Rasulullah mau dimusnahkan pemerintah Arab Saudi yg Wahabi* ?_
Jawabannya: *NU*, melalui *Komite Hijaz* yang dibentuk *HadratusSyech KH.Hasyim Asy'ari* dengan mengutus *KH.Wahab Chasbullah*.
2. _Siapa yang berjuang menumpas penjajah Jepang?_
Jawabannya: *NU*, melalui barisan Hizbullah dan lainnya.
3. _Siapa yang membumikan nama Indonesia dan mengusulkan Ir. Soekarno sebagai pemimpin?_
Jawabannya: *NU*, melalui muktamar Banjarmasi sebelum kemerdekaan.
4. _Siapa yang berijtihad bahwa Indonesia adalah negara Darussalam yang harus diperjuangkan?_
Jawabannya: *NU*, melalui Bahtsul Masail dipenghujung tahun 1930-an.
5. _Siapa yang mengeluarkan resolusi Jihad?_
Jawabannya: *NU*, melalui fatwa Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari tanggal 22 Oktober. Memicu kejadian bersejarah tanggal 10 November.
6. _Siapa yang menengahi perseteruan Nasionalis dan Islamis saat membuat dasar negara?_
Jawabannya: *NU*, melalui sosok KH. Wahid Hasyim yang saat itu mengambil lima intisari Piagam Madinah.
7. _Siapa yang meminta negara tetap mengayomi umat Islam pasca penghapusan tujuh kata dalam sila pertama Pancasila?_
Jawabannya: *NU*, tatkala KH. Wahid Hasyim meminta dibentuk Departemen Agama.
8. _Siapa yang dulu menetralisir kebijakan berbau komunisnya Bung Karno?_
Jawabannya: *NU*, saat Kyai Wahab secara gesit masuk dalam barisan Nasakom untuk menghadang PKI mempengaruhi Soekarno.
9. _Siapa yang menjaga keutuhan negara dan ikut bertempur saat Komunis melajalela?_
Jawabannya: *NU*, melalui santri pondok dan barisan Pagar Nusa. Sebab waktu itu sasarannya adalah Kyai pondok.
10. _Siapa yang berijtihad saat asas tunggal diberlakukan negara?_
Jawabannya: *NU*, dimasa Kyai Ahmad Siddiq secara gesit menerima asas tunggal Pancasila dengan dalil-dalil sharih.
11. _Siapa yang meminta pemerintah mengayomi seluruh ormas Islam di Indonesia?_
Jawabannya: *NU*, melalui sosok KH. Ibrahim Hosen _(ayahnya Gus Nadirsyah Hosen yang dituduh syiah, liberal, anti-Islam, wa akhawatuha itu)_ melalui usulan dibentuknya MUI.
Beliau juga yang meletakkan dasar-dasar _ijtihad ijtima'i ala *NU*_ dalam tubuh MUI.
Sekelompok orang yang organisasinya dibubarkan berteriak lantang, _"negara jangan semena-mena membubarkan kami, ingat, umat Islamlah yang memperjuangkan negara ini dari masa ke masa!!"_
*Jangan hanya like, kopi langsung kirim ke yang lain...Biar ngerti tentang perjuangan NU*.
Minggu, 24 Juni 2018
Kamis, 10 Mei 2018
BILAL JUMAT
*Dalil Amaliyah Bilal Jum’at*
Dalam istilah ulama salaf, hal ini disebut muraqqi (orang yang mempersilahkan Khatib naik mimbar). Dalam catatan ulama madzhab Maliki disebutkan:
وَمِنْ الْبِدَعِ الْمَكْرُوهَةِ الَّتِي ابْتَدَعَهَا أَهْلُ الشَّامِ وَهُمْ بَنُو أُمَيَّةَ التَّرْقِيَةُ (شرح مختصر خليل للخرشي ج 5 / ص 229)
“Diantara bid’ah yang makruh adalah yang dilakukan oleh ulama Syam dari Bani Umayyah, yaitu melakukan tarqiyah mimbar/mempersilahkan Khatib naik mimbar” (Mukhtashar Khalil, karya Syaikh al-Kharasyi 5/229)
Namun dari Madzhab Maliki ada juga yang menilainya sebagai bid’ah hasanah:
قَالَ الْأُجْهُورِيُّ وَعَلَّلَ الْكَرَاهَةَ بِأَنَّهُ لَمْ يُنْقَلْ عَنْ النَّبِيِّ وَلَا عَنْ أَحَدٍ مِنْ الصَّحَابَةِ، وَإِنَّمَا هُوَ مِنْ عَمَلِ أَهْلِ الشَّامِ، وَلِي فِي دَعْوَى الْكَرَاهَةِ بَحْثٌ مَعَ اشْتِمَالِهِ عَلَى التَّحْذِيرِ مِنْ ارْتِكَابِ أَمْرٍ مُحَرَّمٍ حَالَ الْخُطْبَةِ فَلَعَلَّهُ مِنْ الْبِدْعَةِ الْحَسَنَةِ (الفواكه الدواني على رسالة ابن أبي زيد القيرواني – ج 3 / ص 190أَحْمَدُ بْنُ غُنَيْمِ بْنِ سَالِمٍ النَّفْرَاوِيُّا الْمَالِكِيُّ)
“Al-Ajhuri berkata: Alasan makruhnya adalah karena tidak diriwayatkan dari Nabi Saw maupun sahabat. Hal ini hanyalah perbuatan ulama Syam. Menurut saya, penilaian makruh perlu dikaji lagi, sebab tarqiyah (bilal) tersebut mengandung ajakan agar menghindari perbuatan yang diharamkan saat khutbah, maka masuk ke dalam bid’ah hasanah” (al-Fawakih ad-Dawani, Syaikh Ahmad an-Nafrani al-Maliki, 3/190)
Penilaian tersebut juga sebagaimana disampaikan oleh ahli fikih Syafiiyah:
(فَرْعٌ) اتِّخَاذُ الْمُرَقِّى الْمَعْرُوفِ بِدْعَةٌ حَسَنَةٌ لِمَا فِيهَا مِنْ الْحَثِّ عَلَى الصَّلَاةِ عَلَيْهِ بِقِرَاءَةِ الْآيَةِ الْمُكَرَّمَةِ وَطَلَبِ الْإِنْصَاتِ بِقِرَاءَةِ الْحَدِيْثِ الصَّحِيْحِ الَّذِي كَانَ g يَقْرَؤُهُ فِي خُطَبِهِ وَلَمْ يَرِدْ أَنَّهُ وَلَا الْخُلَفَاءَ بَعْدَهُ اتَّخَذُوْا مُرَقِّيًا. وَذَكَرَ ابْنُ حَجَرٍ أَنَّهُ لَهُ أَصْلًا فِي السُّنَّةِ وَهُوَ {قَوْلُهُ حِينَ خَطَبَ فِي عَرَفَةَ لِشَخْصٍ مِنْ الصَّحَابَةِ اسْتَنْصِتْ النَّاسَ} (حاشيتا قليوبي – وعميرة – ج 4 / ص 79)
“Pengankatan muraqqi (Bilal) yang sudah dikenal adalah bid’ah hasanah, sebab ada dorongan untuk bersalawat kepada Nabi dan menyuruh diam dengan membaca hadis yang sahih yang dibaca oleh Nabi dalam khutbah-khutbahnya. Namun Nabi dan para sahabat tidak ada yang mengangkat muraqqi. Ibnu Hajar mengambil dasar hukum tentang Bilal ini yaitu ketika Rasulullah Saw khutbah di Arafah beliau menyuruh sahabat agar menyuruh orang-orang diam” (Hasyiyah Qulyubi 4/79. Mengutip dari Tuhfatul Muhtaj Ibnu Hajar al-Haitami, 9/310)
Ibnu Hajar al-Haitami berkata:
وَأَقُولُ يُسْتَدَلُّ لِذَلِكَ أَيْضًا بِأَنَّهُ أَمَرَ مَنْ يَسْتَنْصِتُ لَهُ النَّاسَ عِنْدَ إرَادَتِهِ خُطْبَةَ مِنًى فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ فَقِيَاسُهُ أَنَّهُ يُنْدَبُ لِلْخَطِيبِ أَمْرُ غَيْرِهِ بِأَنْ يَسْتَنْصِتَ لَهُ النَّاسَ وَهَذَا هُوَ شَأْنُ الْمُرَقِّي فَلَمْ يَدْخُلْ ذِكْرُهُ لِلْخَبَرِ فِي حَيِّزِ الْبِدْعَةِ أَصْلًا فَإِنْ قُلْت لِمَ أَمَرَ بِذَلِكَ فِي مِنًى دُونَ الْمَدِينَةِ قُلْت لِاجْتِمَاعِ أَخْلَاطِ النَّاسِ وَجُفَاتِهِمْ، ثُمَّ فَاحْتَاجُوا لِمُنَبِّهٍ بِخِلَافِ أَهْلِ الْمَدِينَةِ عَلَى أَنَّهُ g كَانَ يُنَبِّهُهُمْ بِقِرَاءَتِهِ ذَلِكَ الْخَبَرَ عَلَى الْمِنْبَرِ فِي خُطْبَتِهِ (تحفة المحتاج في شرح المنهاج – ج 9 / ص 310)
Begitu pula Imam Ramli dari Syafiiyah:
عِبَارَةُ النِّهَايَةِ بَعْدَ كَلاَمٍ طَوِيْلٍ فَعُلِمَ أَنَّ هَذَا أَيْ قِرَاءَةَ الْمُرَقِّى بَيْنَ يَدَيِ الْخَطِيْبِ إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ إلخ ثُمَّ يَأْتِي بِالْحَدِيْثِ بِدْعَةٌ حَسَنَةٌ اهـ (حواشي الشرواني-ج 2/ص 461)
“Dengan demikian, seorang muraqqi (Bilal) yang membacakan ayat dan hadis di hadapan Khatib adalah bid’ah hasanah” (Hasyiyah Syarwani 2/461)
Sementara dalam pandangan ulama Hanafiyah, juga memberi status hukum yang sama dengan Syafiiyah dengan mengutip fatwa Ibnu Hajar (Hasyiyah Radd al-Mukhtar, Ibnu Abidin, 2/173)
Sumber: Muhammad Ma’ruf Khozin, JAWABAN AMALIYAH DAN IBADAH, Yang Dianggap Bidah.
👍Baca Selengkapnya :
https://aswajanucenterjatim.com/hujjah-aswaja/dalil-amaliyah-bilal-jumat/
📢Oleh: Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur
⚠_Klik Forward, Share dan Sebarkan!!_⚠
Langganan:
Postingan (Atom)

































